Picky Eater dan Masalah Kesehatan Anak

food-2940558_640

Sebagai seorang ibu, saya sering mendengar keluhan tentang kebiasaan makan buah hatinya.  Ada yang berujar bahwa putrinya sedang melancarkan gerakan tutup mulut alias tidak mau makan.  Ibu yang lain bercerita jika putranya sangat pemilih.  Masih mau makan namun, sedikit dan hanya makanan tertentu saja yang mau dilahap.  Lalu kecemasan mulai menyelinap di benak masing-masing ibu.   Akankah putra-putrinya mengalami kekurangan nutrisi akibat pola makan yang kurang baik.

Sebenarnya, wajar bila anak usia balita mengalami penurunan nafsu makan dan pilih-pilih makanan.  Mereka masih dalam tahap mengenal berbagai jenis tekstur dan rasa makanan.  Namun, jika kesulitan makan pada anak berlangsung lama dapat menimbulkan masalah kesehatan yaitu kekurangan mikro nutris i dan makro nutrisi.  Kesulitan makan pada anak dikenal dengan istilah picky eater.

Menurut Carruth dan Skinner, picky eater merupakan kesulitan makan yang diperlihatkan dengan gejala makan hanya sedikit, mengalami kesulitan mencoba makanan baru, menghindari beberapa jenis makanan dan mempunyai jenis makanan favorit.

Prilaku sulit makan atau picky eater pada balita bukan merupakan suatu penyakit tetapi, bisa jadi salah satu gejala suatu penyakit atau kelainan kesehatan.  Misalnya anak yang terinfeksi bakteri Tuberkulosis, mengalami penurunan nafsu makan dan diikuti berat badan yang sulit bertambah.  Anak-anak yang mengalami kelainan organ tubuh bawaan sejak lahir contohnya, kesulitan menelan makanan, bibir sumbing atau rongga mulut yang tidak normal.

Dokter anak masih silang pendapat tentang pemberian vitamin untuk meningkatkan nafsu makan bagi anak picky eater.  Sebaiknya, ibu mencari tahu penyebab anak mengalami picky eater sebelum mengambil tindakan mengatasi masalah tersebut.  Tentu saja harus konseling dengan dokter atau pakar gizi anak.

Secara umum ada tiga penyebab utama anak mengalami picky eater, yaitu:

Gangguan Oral Motor atau Gangguan Proses Makan

Proses makan dimulai dari masuknya makanan  ke mulut, dikunyah selanjutnya ditelan.  Proses tersebut membutuhkan ketrampilan dan kemampuan koordinasi motorik kasar di sekitar mulut terutama otot-otot rahang atas dan bawah.  Gangguan oral motor seringkali ditunjukkan dengan adanya gangguan mengunyah.

Gangguan proses makan juga dapat disebabkan akibat gangguan saluran pencernaan.  Menurut teori Gut Brain Axis, bila terdapat gangguan saluran cerna maka memengaruhi susunan saraf pusat atau otak.  Akibat gangguan saraf pusat menimbulkan gangguan koordinasi motorik kasar di sekitar mulut.  Kelainan anatomis tubuh bawaan sejak lahir juga menjadi pemicu gangguan proses makan.  Kelainan tersebut di antaranya adalah lidah besar, sumbing, tenggorokan terbelah dan serebral palsi.

Hilangnya Nafsu Makan

Nampaknya faktor hilangnya nafsu makan menjadi penyebab utama balita mengalami picky eater.  Hilangnya nafsu makan dapat ringan atau berat.  Kondisi yang berat diunjukkan anak menolak makan dan melancarkan aksi tutup mulut jangka lama.  Berkurangnya atau hilangnya nafsu makan seringkali disebabkan adanya gangguan fungsi cerna yang ditandai dengan perut kembung, sering muntah atau mual saat makan.  Anak sering mengeluh nyeri perut sesaat hilang timbul.  Mudah muntah terutama ketika menangis, tertawa, berlari atau berteriak.  Umumnya tinja berwarna hitam atau hijau, berbentuk keras atau bulat-bulat seperti kotoran kambing.  Lidah tampak kotor serta mulut berbau.

Gangguan Psikologis

Untuk mengetahui bahwa penyebab anak kesulitan makan akibat gangguan psikologis perlu pengamatan yang cermat bersama psikiater.  Kondisi keluarga yang kurang harmonis menimbulkan kecemasan, ketakutan, ketegangan, anak kurang bahagia bahkan depresi.  Kondisi psikologis tersebut bisa berpengaruh pada pola makan anak.

Kesulitan makan (picky eater) bila berlangsung lama mengakibatkan kekurangan kalori, protein, vitamin, mineral dan anemia.  Defisiensi zat gizi ini akan memperberat gangguan metabolisme serta memengaruhi tumbuh kembang anak.  Umumnya anak terlihat lebih pendek dari teman sebaya.

Ternyata picky eater bukanlah masalah yang sederhana, ya Bu.  Bila gejala picky eater mulai terlihat pada buah hati sebaiknya segera konsultasi dengan dokter.  Tindakan penangannya akan disesuaikan dengan pencetus terjadinya picky eater.

Namun, bagaimana jika gerakan tutup mulut hanya berlangsung sementara?  Yah… mungkin saja sang buah hati sedang bosan makan atau ingin variasi makan yang lebih banyak lagi.  Sama halnya dengan orang dewasa terkadang mengalami kebosanan mengonsumsi makanan tertentu.  Ada baiknya, sebagai orang tua kita tetap optimis dan rileks menghadapi anak .  Kecemasan berlebihan yang ditunjukkan orang tua bisa jadi memperparah kondisi sulit makan yang dihadapi anak.

Sumber Bacaan

Wikipedia: Sulit Makan Pada Anak Picky Eaters Clinic

http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/123611-S-5465-Gambararan%20karateristik-Literatur.pdf

Sumber Gambar

https://pixabay.com/id/makanan-minuman-orang-orang-bayi-2940558/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s