Family Project Day 3

Setelah proyek hemat air dicanangkan dan secara resmi dilaksanakan.  Setelah mengikuti lomba 17-an, Raisa dan saya mulai mengeksplorasi bahan bacaan tentang hemat air.  Alhamdulillah dapat buku bagus.  Rasa penasaran Raisa mulai keluar melihat gambar-gambar di buku tersebut. Giliran Bunda membacakan buku dengan suara keras.  Selain mencari informasi dari buku, kami juga menjelajahi dunia Maya.  Banyak sekali Vidio edukatif tentang hemat air.  Enggak terasa hampir satu setengah jam kami melihat video di Youtube sembari berdiskusi panjang lebar.

Mas Fikri yang ikut nonton juga menemukan “AHa” untuk memulai menggarap animasi tentang hemat air.  “Udah nemuin ide, Bun,” selorohnya ringan.  Sementara ayah juga sudah selesai memperbaiki kran air yang rusak.  Well, teorinya sih sudah dapat.  Tapi kok dialah pas Raisa mandi sore krannya dibiarkan terbuka dan air terus-menerus mengalir.  Duta hemat air lagi khilaf nih, pikir saya.

Malam hari, giliran ayah yang membacakan buku dengan suara keras untuk Raisa dan Fikri.  Ehm… Khususon malam ini ayah bercerita tanpa buku.  Ayah bercerita tentang hewan-hewan di hutan yang merana karena kekeringan melanda.  Rumput dan tanaman lain mati layu karena kekurangan air.  Akibatnya banyak hewan yang ikut mati lantaran tidak ada makanan.  Rusa, kelinci, kerbau dan anoa kehilangan rumput segar mereka kelaparan dan menderita.  Dan akhirnya tewas.

Nampaknya, ayah ingin menekankan kalau air merupakan kebutuhan setiap makhluk.  Sembari bercerita sesekali ayah melontarkan pertanyaan, “Siapa yang menciptakan air?” Spontan Raisa menjawab Allah.  “Jadi gimana caranya berterimakasih kepada Allah yang telah menciptakan air?” Pertanyaan ayah selanjutnya.  Raisa terdiam si bungsu yang baru beranjak lima tahun berpikir.  Fikri yang menjawab pertanyaan ayah.  “Menggunakan air dengan cara yang baik, tidak boros dan mengotori sumber air.”

Prinsipnya anak-anak sudah paham tentang air dan manfaatnya serta cara menggunakannya.  Hanya saja perlu penguatan pemahaman dan pembiasaan untuk menghemat air.

Cara mudah menghemat air yang dapat dilakukan di rumah:

Mandi dengan air secukupnya.  Lebih hemat mandi menggunakan shower daripada gayung.  Saat sikat gigi, kran air harus dimatikan.  Menyiram bunga di pagi hari juga lebih hemat air.  Baju yang tidak terlalu kotor bisa dipakai lagi untuk mengurangi volume cucian baju sehingga lebih hemat air.  Memperbanyak biopori sehingga air hujan akan terserap kedalam tanah.

Semangat untuk melaksanakan Family Project masih menyala di hari ketiga.  Semoga kami menjadi insan yang selalu optimis dan rileks menikmati proses dan menuai hasil sebagai buah Kesabaran.

#Day3

#MyFamilyMyTeam

#kuliah BunSay

#IIP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s